Catatan Kaki 2 : Mental manusia


#CatatanKaki2

JUDUL              = Catatan Kaki 2 : Mental manusia
LOKASI             = Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat


OPENING

a. Narasi Intro

            “Kita semua sepakat, bahwa mempertahankan sesuatu itu lebih sulit tantangannya dibandingkan dengan mendapatkan atau menggapainya. Lantas mengapa kita harus benar-benar mempertahankannya kuat-kuat ?..”

b. Salam Pembuka

            Assalamualaikum..wr..wb, Selamat pagi, siang, sore, dan malam, dimanapun rekan-rekan semuanya berada. Saya Naufal Nur A’lam.

Ketika kita pergi dan berkelana ke suatu tempat bahkan ke alam bebas, tentu saja kita harus menyiapkan dan membawa beberapa bekal penting. Baik bekal makanan, bekal peralatan, bekal ilmu pengetahuan, dan bekal persiapan fisik. Tapi ada satu hal yang paling penting diantara persiapan lainnya, hal tidak boleh ketinggalan. Bekal ini tidak hanya dibawa tapi juga harus dipertankannya kuat-kuat, mau tau bekal apa itu ? yaitu bekal dari Mental manusianya itu sendiri..     

            Ini adalah perjalanan saya ke atap kahuripan atapnya jawa barat di Gunung Ciremai, dan semua itu akan saya jelaskan dan akan saya ceritakan disini, di Catatan Kaki Naufal yang kedua dan check it out…


~~ FOOTAGE JUDUL ~~


ISI VIDEO

a. Go Indramayu

            Dari bulan april lalu kami berdiskusi merencanakan perjalanan untuk pendakian saat libur kuliah pada lebaran nanti, mau pergi kemana dan mendaki kemana. Sampai-sampai saya harus membuat grup whatsapp untuk pendakian tersebut dan saya tertarik dengan salah satu gunung yang selalu menghantui fikiran saya karena penampilannya nan elok dan menjadi gunung tertinggi di jawa barat, bahkan terlihat keindahannya dari desa Gantari di Indramayu selain dari Gunung Tampomas, membuat saya memilih Gunung Ciremai menjadi tujuan pendakian di libur lebaran 2019 ini.

            Berawal dari rumah saya lanjut ke stasiun Bekasi di titik ini sebelumnya saya sudah janjian dengan rekan perjalanan saya yaitu Syaiful yang akrab saya panggil Ipul yang berasal dari Tangerang dan ipul juga merupakan salah satu anggota di Mazpala. Sebelum mendaki kami berdua berencana untuk pergi ke Indramayu terlebih dahulu ke kontrakan Ipul tujuannya untuk melakukan beberapa persiapan, dengan menggunakan krl lanjut ke stasiun Cikarang kemudian transit menggunakan bis umum ¾ Haurgeulis Indah namanya, dari Mall SGC Cikarang dengan membayar ongkos Rp.35.000, kami menuju Indramayu.
             
b. Prepare

            Di Indramayu kami bertemu dengan Raffi yang berasal dari Indramayu, Hadiid yang juga rumahnya di Indramayu dan Bung Zaki yang berangkat menggunakan motor dari Tangerang ke Indramayu untuk melakukan pendakian bersama nanti, kami melakukan beberapa persiapan salah satunya yaitu latihan fisik seperti pemanasan tubuh, jogging atau lari-lari santai dan sedikit push up serta sit up, sebelum melakukan pendakian saya biasanya melakukan beberapa ritual. Hah ritual…? Maksudnya, kebiasaan yang wajib dilakukan sebelum melakukan pendakian, kita harus melakukan beberapa persiapan fisik, agar otot-otot pada tubuh kita tidak tegang dan saya benar-benar merekomendasikannya untuk selalu melakukan hal ini sebelum memulai pendakian, dan jangan pernah berfikir seperti ini ”Ah, gunung inimah pendek, yaudahsih saya sudah berkali-kali naik gunung udah kuat tenang aja..hmmm” kadang kesombongan seperti inilah yang nantinya akan menjadi masalah ketika kita benar-benar sedang berada di alam liar.

              Selain itu kita juga mempersiapkan logistik makanan seperti membeli sayur-sayuran dan makanan lainnya untuk 3 hari 2 malam nanti, ketika di gunung saya biasanya memanagement logistic berdasarkan hitungan hari, kalau rencana di gunung itu 3 hari 2 malam maka sistem management logistik yang kita buat juga harus sesuai, seperti ini logistic hari pertama dibagi lagi menjadi pagi, siang, dan malam. Hari kedua dibagi lagi menjadi pagi, siang, dan malam. Dan hari ketiga pagi, siang, dan malam, di masing-masing hari itu adalah satu kantong plastic besar yang didalamnya juga dibagi lagi menjadi 3 kantong plastic kecil untuk setiap waktunya, selain itu kita juga mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan seperti mengecek frame dan pasak tenda dan juga perlengkapan tim lainnya dan yang tak kalah penting persiapan satu set p3k/medis karena kita benar-benar tharus selalu waspada dengan kondisi fisik kita karena tidak ada yang tahu akan terjadi apa nantinya.

c. OTW Basecamp

            Saya benar-benar tidak tidur karena takut kebablasan untuk rencana pergi pada jam 3 pagi nanti, saya membangunkan rekan-rekan saya agar kita semua tidak kesiangan mengingat sebelumnya kita sudah janjian dengan dua rekan teman lagi di Terminal Maja, akhirnya kami berangkat menggunakan motor ke basecamp Apuy di Majalengka dan baru bebrapa meter ada beberapa kendala yang kita hadapi, saya merasakan sakit-sakit di pinggang belakang saya, bayangkan saja posisisnya saya dibonceng dan disitu juga saya harus menggendong carrier yang lumayan berat dan saya harus menahan itu semua, dengan kedua paha saya dan itu benar-benar sakit, akhirnya kami berhenti dan mengatur ulang posisi.

            Pada perjalanan ini saya merasakan dinginnya desa Indramayu dengan satu sumber cahaya rembulan yang menghiasi fajar ini dan kehadiran Gunung Ciremai menjadi bayangan difikiran saya dan itu benar-benar terlihat ketika kita berada di Majalengka, Subhanallah sungguh indah hasil ciptaanmu Ya Allah SWT. Ketika sampai di Terminal Maja akhirnya kami bertemu dengan dua rekan kami yaitu Fatimah yang akrab saya panggil Imeh dan Ka Noer, kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp Apuy dan ternyata jalan menuju basecamp Apuy ini sangatlah mengejutkan, trek yang miring sekitar -/+ 45o yang sampingya jurang ini membuat saya untuk wasapada apalagi kita naik motor, tapi hal ini tidak membuat mental kami ciut untuk berniat melakukan pendakian ke Gunung Ciremai ini.  

d. Simaksi

            Dengan membayar simaksi sebesar Rp.55.000, kami baru diizinkan melakukan pendakian ke Gunung Ciremai mungkin harga ini pasti merupakan harga yang sangat tidak bersahabat di dompet rekan-rekan semua ya saya juga setuju tapi asalakan kita tahu alasan kenapa harganya seperti itu, itu tidak menjadi masalah ternyata di Gunung Ciremai ini selain untuk simaksi kita juga mendapat jatah kupon makan 1x dan boleh memilih mau sebelum atau sesudah pendakian dan juga mendapat piagam penghargaan dan ternyata distribusi keuangannya juga untuk pengelolaan sampah di Gunung Ciremai, sangat wajar sekali yang penting kita tahu alasan mengapa simaksi itu begitu tidak bersahabat.   

            Rombongan kami menjadi 7 orang, ada Ipul, Hadiid, Fatimah atau Imeh, Ka Noer yang mereka semua adalah rekan saya di Mazpala dan juga ikut pada pendakian ke Gunung Tampomas pada bulan april lalu. Kemudian ada Raffi dan Bung Zaki, dan ternyata ini adalah pendakian pertamanya bagi saya pribadi ini hal yang hebat sekali karena moment pendakian pertamanya ini yaitu langsung ke Gunung Tertinggi di Jawa Barat, luar biasa !!. kami briefing lalu berdoa dan dimulai dari basecamp apuy inilah kita memulai pendakian.

e. Menuju pos 3

            Mengingat Gunung Ciremai ini adalah gunung yang haus akan sumber air, keadaan tersebut menuntut kami untuk benar-benar menjaga ritme pendakian, disamping itu gunung ini benar-benar kering dan berdebu dan debunya ini langsung membuat pakaian kami menjadi pucat berdebu, ah yasudahlah lagipula ini di hutan bukan di mall atau di gedung mewah yang mengharuskan pakaian sebagai penampilan prioritas. Dari basecamp ke pos 1 jaraknya tidak terlalu jauh -/+ 30 menit, pos 1 merupakan satu-satunya pos yang memiliki shelter untuk berteduh, ya shelter yaitu sebuah bangunan untuk sekedar singgah dan berteduh bagi para pendaki.

            Dari pos 1 menuju pos 2 merupakan jalur yang lumayan berat sekitar 1 ½ sampai 2 jam kita baru bisa sampai di pos 2, akar-akar pohon dan kontur tanah yang padat karena musim kemarau memberi symbol bahwa beberapa waktu lalu cuaca di gunung ini sangat panas. Di pos 2 mengingat sudah masuk waktu dzuhur kami bergantian menggugurkan kewajiban yaitu sholat dzuhurkemudian mengeluarkan kompor dan sncak ringan untuk memulihkan tenaga. Trek dihiasi dengan tali webbing jalur miring dan menanjak mengantar kami tiba di target hari ini yaitu pos 3, mendirikan tenda, mengeluarkan logistic dan perlengkapan masak, dan disini juga kami mulai mengatur ulang management air, seperti berapa botol yang digunakan dari pos 3 ke 4 nanti lalu botol dari 4 ke 5 dan seterusnya, kemudian berapa botol yang dipakai untuk masak dan berapa botol air yang dipakai pada saat summit atau perjalanan menuju puncak nanti dan diatas puncaknya dan berapa botol untuk yang akan dipakai pada saat kami turun dan terakhir yaitu botol untuk cadangan.

            Tiba-tiba di pos 3 kondisi fisik saya sudah tidak stabil saya kedinginan dan gigi saya bergetar keras tubuh saya sangat lelah dan ngantuk benar-benar ngantuk dan membuat saya sampai-sampai tidur di jalur sungguh hal ini jangan ditiru. Saya bergegas mengganti pakaian tidur, kemudian menggunakan jaket setelah itu sleeping bag dan saya izin ke rekan-rekan saya untuk tidur lebih dulu mengingat kondisi fisik saya juga yang sudah lelah, kami memutuskan untuk menginap semalam malam ini.

f. Menuju pos 5

            Kami sengaja memilih waktu pada saat hari kerja, yaitu hari senin sampai rabu dengan berfikir bahwa gunung ini tidak seramai waktu libur kemarin yang mengejutkannya saya mendapatkan informasi dari seorang rekan bahwa H+1 pada libur lebaran kemarin pendaki yang dating ke gunung ini benar-benar padat dan untungnya kami memilih waktu yang tepat sampai-sampai di pos 3 kemarin hanya ada 2 rombongan yang nge-camp disana, saya ada di posisi paling belakang menjadi sweeper, yaitu orang terakhir yang memastikan bahwa seluruh anggota tim nya benar-benar berjalan dengan lancar lengkap semuanya, sesuai dengan jalur dan tidak ada yang tertinggal satupun.

            Menuju pos 5 kami membagi tugas Ipul, Hadiid, Raffi dan Bung Zaki berangkat lebih dulu, karena mereka harus mendirikan tenda lebih awal dengan flysheet-nya, kemudian saya dan Ka Noer bertugas menjaga Imeh, mengingat kondisinya yang tidak stabil lagi. Itu dilakukan dengan alasan agar waktu pendakian tidak menghabiskan waktu terlalu lama. Dan untuk mengetahui jarak saya dengan jarak rekan yang lain yaitu dengan menggunakan symbol peluit, jika ada yang membalas panggilannya, berarti jarak saya dengan rekan saya sudah semakin dekat.

            Ketika di pos 5 saya bergegas menggunakan jaket dan menggunakan 2 baju double, berusaha membuat suhu tubuh saya sehangat-hangatnya mengingat pelajaran dari kejadian saya di pos 3 ketika saya kedinginan

g. Summit Attack

            Lagi-lagi keadaan membuat saya untuk tidak tidur malam ini, saya merasa berhutang karena meninggalkan teman-teman saya tidur lebih dulu di pos 3 saya harus curve atau berjaga malam menjaga agar kondisi lebih aman, dan mengingat jam 3 nanti saya harus membangunkan rekan-rekan saya agar tidak kesiangan bangun yang harus melanjutkan pendakian menuju atapnya jawa barat puncak gunung ciremai.

            Jam 3 kita memulai trekking summit meninggalkan carrier di tenda, membawa air yang sudah di management, dan logistic yang baru dimasak, teh hangat dan beberapa bungkus makanan ringan. Perjalanan kembali disambut dengan debu dari jalur menuju persimpangan. Suhu yang rendah menjadi selimut untuk menemani kita dalam perjalanan, sorak semangat dari pendaki lain seakan-akan membuat jiwa kami berapi-api, di persimpangan kami menyempatkan waktu untuk sekedar berziarah dan mendo’akan pendaki yang telah mendahului kita, sekedar mengingat bahwa jangan pernah sombong ketika kita masih di dunia, kita tak pernah merencanakan kapan kita dilahirkan dan kapan kita meninggalkan.

            Fajar membakar langit ciremai, kabut berganti menjadi merah orange menandakan bahwa subuh sebentar lagi. Imeh dan Ka Noer tentu saja langsung mengabadikan moment tersebut, puncak yang kami fikir hanya sebentar lagi ternyata butuh waktu yang ekstra lagi untuk sampai di atasnya..hmmm, tidak apa lagipula kami lebih senang dengan bersenang-senang di trek tidak tergesa-gesa tapi konsisten. Malam berganti fajar dan fajar berganti pagi dan persimpangan berganti goa wallet dan dari goa wallet sekitar 30 menit kami semua tiba di atap kahuripan atapnya Jawa Barat puncak Gunung Ciremai 3.078 mdpl.


~~ CHINEMATIC PUNCAK ~~

h. Puncak

            Terlihat sekali senyum haru dan bahagia di mata Raffi dan Bung Zaki, ketika mereka berhasil sampai di atas puncak Gunung Ciremai, saya pun ikut bahagia dan terharu tentuanya bagaimana tidak ini adalah hasil perjuangannya mereka.

i. Makna Video

            Sebelum pendakian, saya selalu mengingatkan rekan-rekan saya untuk terus dan terus latihan fisik dan tentunya kepada Raffi dan Bung Zaki, agar pada pendakian pertamanya ini mereka tidak kaget dan drop. Dibalik dari persiapan fisik, bekal pengetahuan, dan perlengkapan, kehadiran sebuah mental manusianya itu sendirilah yang sangat penting. Mental merupakan pola fikir atau konsep yang ada pada fikiran manusia itu sendiri, dimulai dari gagasan dari fikiran kita kemudian di respon oleh gerakan tubuh kemudian ditanam dan dijaga dan dipertahankannya kuat-kuat didalam hati.

            Karena sepintar apapun pengetahuan yang kita bawa, sebanyak apapun perlengkapan yang kita persiapkan dan sekuat apapun fisik yang kita miliki jika mental kitanya sendiri down atau lemah tentu akan menyulitkan kita untuk tenang dan berfikir jika kita menghadapai tantangan dimanapun kita berada. Dan mental disini posisinya menjadi benteng pertahanan terakhir apabila persiapan lainnya sudah lemah.

            Jadi sekali lagi, ketika kita pergi kita harus membawa beberapa bekal penting, bekal perlengkapan, bekal pengetahuan, bekal fisik yang sehat, dan yang terpenting bekal dari mental manusianya itu sendiri.

CLOSING

            Oke, cukup sekian perjalanan saya pada kesempatan kali ini, terimakasih banyak telah menonton video saya, dan jika kalian penasaran dengan video-video catatan kaki selanjutnya silahkan di subscribe channel-nya, dan jika kalian ingin memberikan kritik maupun saran bahkan pertanyaan-pertanyaan tentang perjalanan saya silahkan ketik di kolom komentar di bawah.

            Sekali lagi terimakasih, nantikan saya di video-video selanjutnya, saya pamit undur diri. Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum..wr..wb.

            Salam pengetahuan, salam petualangan, dan saya Naufal Nur A’lam.


~~ END ~~



DESCRIPTION BOX CATATAN KAKI 2
https://youtu.be/
Catatan Kaki 2 : Mental manusia - Gunung Ciremai, Jawa Barat
#CatatanKaki #GunungCiremai
=====================================================================================
Assalamu'alaikum. Wr. Wb
Ini adalah perjalanan saya saat libur kuliah pada lebaran 2019, pergi berkelanana ke salah satu ciptaan Allah SWT nan indah dan sekaligus menjadi Atap Kahuripan atau Gentengnya provinsi Jawa Barat dengan membawa beberapa bekal penting tentunya. 
Music Backsound :
- Days Are Long - Silent Partner  :
- Ikson - Alive :
- LiQWYD - Feel :
- Shawn Mendes – Never Be Alone Karaoke :
Thanks for your footage :
- Noer Annisa Firdaus :
- Nur Hadiid Surachman :
“Ayo budayakan menonton video sampai detik terakhir  jangan di skip2, karena selalu ada yang pelajaran di setiap detiknya J…”
=====================================================================================
Dan mari berkenalan sekaligus bersilaturahmi lebih lanjut bersama saya dengan mengunjungi saya di :
Send message to my mail : naufal121m@gmail.com
#SalamPengetahuan
#SalamPetualangan
#NaufalNurA'lam

Komentar